(TRANS) 140310 [Mania No.1] ‘Coffee Mania’ EXO Xiumin Bertemu Rekan Luhan

Posted on Updated on

Read Article in English here

(Hal-hal yang tidak menyangkut Luhan dan Xiumin, telah dihapus/dipotong)

“Kau harus menuangkan tekonya dari tengah menuju luar, seperti ini~” (Xiumin)

“Oh~ Ini sangat menarik..” (Luhan)

“Kau tidak boleh berhenti menuangkan dan memutuskan aliran airnya.” (Xiumin)

“Oh~ Oh~” (Luhan)

Xiumin EXO (25 tahun) dengan mudahnya memperlihatkan bagaimana cara menuangkan kopi dengan tangannya, kepada Luhan (25 tahun) yang terlihat terpukau. Namun sambil memegang tekonya, Xiumin tertawa kikuk dan berkata, “Rasanya ada sesuatu yang tidak benar.”

Member tertua EXO yaitu Xiumin dan Luhan telah menunjukkan perhatian khususnya terhadap kopi dan mereka dikenal sebagai ‘coffee mania’ di kalangan fans. Selain makan, mereka juga meminum kopi di awal ataupun di akhir setelah kerja, dan juga sebelum dan sesudah manggung. Mereka mengatakan, rasanya sama seperti ada banyak duri di dalam mulut mereka jika mereka tidak meminum kopi dalam sehari.

Apa yang membuat Xiumin dan Luhan jatuh cinta kepada kopi? Dengan adanya album spesial ‘Miracles in December’, di tengah-tengah kehidupan sehari-hari mereka yang sibuk, kami memutuskan untuk bertemu dengan mereka berdua di akademi Korean Barista di Seoul Hannamdong.

Setelah membuka pintu dan masuk, kami bisa mencium aroma memikat dari kopi. Di atas meja di mana Xiumin melakukan pelajaran bagaimana menjadi barista, terdapat berbagai macam biji kopi, peralatan penggalian kopi, mesin kopi dan lainnya.

Sebelum wawancara, kami bertanya, “Perlihatkan kami keterampilan-mu,” dan Xiumin dengan cepat menghasilkan kopi espresso dengan mengisi biji kopi yang dihaluskan di atas penyaring. Luhan sedikit berantakan pada awalnya karena ini adalah kali pertamanya membuat kopi, tapi dia segera menyusul dan mengikutinya dengan baik. Setelah itu, menggunakan busa susu dan espresso, mereka dengan hati-hati berhasil membuat ‘latte art’ dan mereka berdua mulai bersinar.

Ketika kami bertanya bagaimana perasaan mereka tentang usaha mereka membuat kopi, Xiumin menjawab, “Setiap kali aku berkunjung ke sini setiap beberapa bulan, itu selalu sama. Aku tahu bagaimana untuk membuatnya, tapi tubuhku tidak mau mengikuti pengetahuanku. Aku ingin belajar dengan benar suatu saat,” dan tertawa. Luhan juga berkata, “Rasanya sulit, tapi menyenangkan.”

Xiumin dan Luhan suka minum kopi. Setiap kali mereka membuka mata di pagi hari, mereka langsung berpikir untuk minum secangkir kopi dan selalu menemukan waktu untuk menyempatkan mencari kopi bahkan setelah debut. Seakan berbagi rahasia, mereka seperti pasangan yang menghabiskan waktunya bersama di dearah yang tenang.

“Aku penasaran mengapa aku ingin minum sesuatu yang sangat pahit ketika pertama kali minum kopi. Tapi akhirnya aku berulang kali mencari kopi. Kau bisa bilang kopi itu pahit, tapi jernih.” (Luhan)

“Kopi dengan kue manis dan cookies adalah kombinasi yang sempurna. Aku rasa roti juga bisa..” (Xiumin)

“Wajahku bengkak di pagi hari. Tapi ketika aku minum iced coffee, aku merasa bengkak di wajahku mulai memudar. Pahitnya kopi sesuai dengan seleraku.” (Luhan)

Untuk bintang Hallyu ini, kopi seperti teman yang tidak bisa terpisahkan dari mereka bagaimana pun itu. Untuk kebutuhan di tengah sibuknya jadwal mereka, mereka harus bekerja dengan kurang tidur dan di saat seperti ini, kopi membawa kembali energi mereka. Ketika mereka secara fisik lelah, mereka memperbarui energi dengan minum kopi untuk menampilkan ‘Growl’ di atas panggung dengan maksimal.

Xiumin berkata, “Meminum kopi ketika aku lelah adalah sama seperti rasa kuat yang dihasilkan ginseng” dan “Aku merasa sangat siap.”

Xiumin dan Luhan menyukai kopi pahit. Mereka berkata espresso itu pahit, tapi memiliki faktor penagih yang dapat menyebabkan mereka selalu menginginkan kopi. Mereka berbagi pemikiran masing-masing tentang bagaimana mereka hidup dengan kopi pahit yang terus menempel di mulut mereka dan karenanya telah mencapai usia di mana mereka dapat merasakan kepahitan hidup.

Xiumin menjelaskan, “Pilihan kopiku berubah sesuai dengan keadaan pikiran dan suasana hatiku. Ketika saatnya hujan atau bersalju dia memiliki halusnya cappuccino, dan ketika dia lelah dan sensitif dia minum secangkir espresso.

“Ketika aku melihat salju, aku membayangkan busa putih di atas cappuccino. Aku merasa sangat bersemangat ketika aku lelah dan meminum secangkir espresso, sama seperti ketika mengkonsumsi ginseng.” (Xiumin)

Luhan berkata, “Aku suka minum kopi karena dapat membuatku lebih santai.” Dia berkata bahwa kopi yang ia atur untuk diminum di antara jadwal padat terasa lebih penting. Kapanpun Luhan tidak memiliki jadwal, dia datang ke kafe terdekat bersama ‘teman mengopinya’ Xiumin.

Layaknya rata-rata lelaki 20 tahun-an lainnya, mereka memesan dua cangkir kopi di tempat dengan musik bagus dan mengobrol mengenai mobil, sepak bola, games dan juga peristiwa kehidupan sehari-hari mereka untuk memperbarui kekuatan mereka.

Karena Xiumin menyukai kopi dan ingin memiliki pengalaman menjadi seorang barista, dia mengunjungi akedemi Korean Barista tahun lalu. Setiap kesempatan kecil yang ia dapat di tengah mempersiapkan comeback mereka, dia akan pergi dan belajar untuk membuat kopi. Gairah Xiumin membuat guru pendamping barista profesionalnya memberinya ‘hand-drip machine’ dan tiga biji kopi yang berbeda sebelum dia menyelesaikan pembelajarannya.

Xiumin sangat menyukai Ethiopian Yirgacheffe dari tiga paket biji kopi tersebut. Dia berkata, “Perbedaan rasa ketika awal dan akhirnya sangat menarik.”

Xiumin telah jatuh cinta pada rasa kopi, sementara Luhan tertarik dengan kopi pada umumnya dan suasana hati yang terasa di dalam kedai kopi. Kadang-kadang mereka akan pergi ke kafe dan meminum kopi di tengah-tengah perhatian yang mereka terima. Mereka menjelaskan, “Kami meminta manajer kami untuk membelinya ketika kami benar-benar sulit untuk berkeliaran bebas, tapi akan terasa lebih baik jika kami minum kopi langsung di sebuah kafe.”

“Ada suasana tertentu yang hanya dirasakan di kedap kopi berdasarkan design interiornya atau musik yang dimainkan. Kadang-ladang aku akan merasa santai di dalam kafe dan merasa sangat baik ketika minum kopi.” (Luhan)

Kopi adalah sesuatu yang masih membuat penasaran mereka berdua.

Xiumin berkata dia ingin untuk mengoleksi macam-macam biji kopi dari berbagai negara berbeda dan dengan benar belajar bagaimana menjadi seorang barista. Ketika dia punya kesempatan, dia bahkan ingin mendirikan kedai kopi miliknya sendiri. Setelah ditanya, “Kapan kau akan pikir itu akan terwujud?” Dia menjawab, “Aku sangat ingin mencobanya, tapi ini untuk masa depan.”

Menjelang akhir wawancara, rasa penasaran kami tumbuh karena rencana bisnis masa depan Xiumin tapi kami memutuskan untuk bertanya di lain waktu. Untuk sekarang, dia adalah seorang bintang dengan imej yang tetap. Nanti, ketika kami bisa secara terbuka berbicara, semoga kami bisa mencoba rasa kopi yang Xiumin sendiri membuatnya untuk kami. Tentu saja bahkan mungkin dia akan bersama dengan ‘rekan kopinya’ Luhan.

Source: Naver
English Translation: fy-exo
Indonesian Translation: Doremi @ EXOFID
TAKE OUT WITH FULL CREDITS!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s