[MAGAZINE/INTERVIEW] Shanghai TV November Issue – Luhan

Posted on

Luhan
Seekor rusa yang bahkan pemburu tak akan tega untuk menembaknya

Sangat tidak berguna menggunakan kata kata yang berlebihan untuk mendiskripsikan ketampanan luhan. Selain tampan, dia juga punya sifat yang halus dan menarik. Seekor rusa yang bahkan pemburu tak akan tega untuk menembak, tapi ketika dia berbicara, dia terdengar seperti laki laki beijing. Dia perpaduan antara elegan dan kebaikan hati, sangat hebat.

Q: Sebelum ke korea, bagaimana hidupmu di Beijing?
A: Aku seorang anak SMA. Aku ke sekolah setiap hari. Aku murid asrama, aku tinggal di sekolah. Aku pulang setiap jum’at sore, tinggal di rumah selama 2 hari lalu kembali ke sekolah. Juga seperti orang lain. Normal.

Q: Apa orang tuamu mendukungmu menjadi seorang idola? Dan apa pendapat temanmu saat kau menjadi selebriti?
A: Awalnya, aku ke Korea untuk belajar. Dan kemudian aku debut. Ayah mendukungku menjadi idol. Awalnya ibuku tidak begitu setuju karena pekerjaan itu tidak stabil dan tidak bisa diandalkan. Tapi akhirnya ini adalah jalan yang sudah kuambil dan tak ada jalan kembali. Temanku juga tak membayangkan ini sebelumnya. Tapi dengan kerja kerasku sendiri, aku meyakinkan mereka.

Q: Apa hal tersulit yang kau alami saat di Korea?
A: Bahasa! korea bukan bahasa asliku.

Q: Bagaimana dengan Beijing apa yang kau rekomendasikan pada teman koreamu?
A: Tembok besar China……

Q: Bagaimana dengan sesuatu yang lebih pribadi? Tempat mana yang paling kausukai?
A: Beijing cafe! Aku suka pergi ke beberapa kafe. Contohnya di dekat rumahku, di kecamatan Haidian, dekat Zhongguancun. Aku hanya bisa bilang sampai disitu, aku takut fans akan menemukannya.

English Translation:

Lu Han
A deer that a hunter can’t even bear to shoot

It is unnecessary to use an excessive amount of words to describe Lu Han’s beauty. Aside from being pretty, he also has a delicate and attractive temperament; a deer that even a hunter can’t bear to shoot, but when he speaks, he still sounds like a perfect Beijing man. He encapsulates elegance and kind-heartedness, how wonderful.

(PIC)

Q: Before going to Korea, how was your life in Beijing?
A: I was a high school student. I went to school everyday. I was a boarding student, I lived in school. I went home on Friday evenings, stayed at home for two days, and then went back to school. Just like everyone else, normal.

Q: Were your parents supportive of you becoming an idol? What did your friends think of you becoming a celebrity?
A: At first, I went to Korea to study abroad, and then I debuted. My father supported me in becoming an idol. At first, mum didn’t really agree because she thought the job wasn’t very stable or reliable. After all, this is a road that once you’ve started walking, there’s no turning back. My friends couldn’t really picture it either. But through my own hard work, I helped them understand.

Q: What was most difficult for you when going to Korea?
A: The language. It’s not my mother tongue after all.

Q: What about Beijing would you recommend to your Korean friends if you had to?
A: The Great Wall……

Q: What about something a little more personal, where do you yourself like the most?
A: Beijing’s coffee shops. I like going to some coffee shops. For example, near my house, in the Haidian district, near Zhongguancun. I can only say up to here, I’m worried the fans will find it, haha.

Source: No17pervert
English Translation: xuan @ exom-trans

Indonesian Translation by: neni @ EXOFID
PLEASE TAKE OUT WITH FULL CREDITS!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s